Pemberian
Sembako untuk Pasien Covid-19 saat Melaksanakan Isolasi Mandiri
Sumber:
Kepala Desa Macanan
Di
Desa Macanan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi yang merupakan salah satu
zona merah yag ada di Jawa Timur dengan pasien Covid-19 semakin bertambah
setiap harinya. Karena, Covid-19 di Indonesia saat ini sedang mengalami pelonjakan
yang sangat tinggi dengan pasien yang terus bertambah berkali lipat dari
sebelumnya, karena pelonjakan pasien covid-19 yang setiap harinya bertambah
banyak ini mengakibatkan hampir seluruh rumah sakit penuh hingga ada yang sudah
tidak mampu untuk menampung pasien covid-19 meskipun tidak banyak rumah sakit
juga menambahkan tempat untuk pasien covid hingga adanya dibuatkanya seperti
tenda.
Dengan
masalah rumah sakit yang penuh ini mengakibatkan tidak banyak pasien telat
untuk diberi pertolongan dikarenakan juga terbatasnya petugas kesehatan yang
tidak sebanding dengan pasien covid-19.
Akibatnya,
pasien yang mengalami gejala ringan untuk disarankan isolasi mandiri. Dan termasuk
dengan pasien Ina dan Rosid yang disarankan untuk isolasi mandiri karena mereka
hanya mengalami ringan dan pasien ina melakukan isolasi mandiri ini dilakukan
dirumahnya sedangkan pasien Rosid melakukan isolasi mandirinya disalah satu
rumah keluarga yang tidak dihuni.
Sumber:
Kepala Desa Macanan
Riwayat
pasien terpapar Covid-19 dari salah Rosid yang saat itu ia dari Jakarta pulang
kerumah dengan alasan akan adanya sebuah
acara dirumah. Awal mula Rosid satu hari setelah sampai dirumah dia mengalami
gejala badan tidak enak, tenggorokan terasa sedikit sakit, dan mengalami flu
serta batuk kecil. Karena memikirkan habis melakukan riwayat perjalanan
tersebut pihak keluarga melapor kepada perangkat setempat kemudian perangkat mengajak
untuk tes antigen di puskesmas Jogorogo. Dan benar tes membuktikan bahwa yang
bersangkutan positif covid-19 dengan sigap gugus tugas Covid-19 desa Macanan
mengadakan tes swab antigen kepada semua yang sudah berinteraksi salah satunya
Ina adik korban. Ina yang tidak mengalami gejala saat itu juga dinyatakan
positif covid-19. Dengan begitu kemudian mereka melakukan tes swab PCR untuk lebih
melihat keakuratannya, karena hasil swab PCR yang tidak saat itu pihak
puskesmas menyuruh mereka untuk isolasi mandiri dulu dikarenakan gejala yang
ringan tersebut sembari menunggu hasilnya.
Kemudian
dari pihak desa membantu mereka dengan memberikan sembako yang berisikan
kebutuhan makanan, vitamin dan juga masker untuk mereka isolasi mandiri yang
mengharuskan mereka tidak bisa keluar dari rumah dalam waktu yang ditentukan. Pemberian
sembako merupakan salah satu upaya dukungan untuk mereka.
“
Selain sembako dari kami ini juga ada beberapa bantuan dari tetangga mereka dengan
lebih banyak dalam bentuk makanan, karena selain dari obat-obat yang telah
diberikan dari pihak rumah sakit dukungan dari orang sekitarnya serta dari diri
mereka sendiri untuk semangat sembuh itu lebih penting, dengan salah satunya
upaya-upaya ini kami dari desa khususnya gugus tugas Covid-19 desa Macanan
selalu memantau setiap harinya dan siap apabila keadaan mereka semakin memburuk”
Ujar Kepala Desa Macanan (Sujarwo)
Gejala-gejala
Covid-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelahpenderita
terpapar virus. Untuk lebih baiknya melakukan pencegahanya dengan, cuci tangan
sesering mungkin, hindari menyentuh wajah, jangan berpelukan atau berjabatan
tangan dengan orang lain, jangan meminjamkan barang kepada orang lain, jaga jarak
dua meter dari orang lain, selalu pakai masker, hindari kerumunnan atau
keramaian, desinfektan barang-barang, dan ikutin vaksin Covid-19
Sumber:
Kepala Desa Macanan
Di
Desa Macanan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi yang merupakan salah satu
zona merah yag ada di Jawa Timur dengan pasien Covid-19 semakin bertambah
setiap harinya. Karena, Covid-19 di Indonesia saat ini sedang mengalami pelonjakan
yang sangat tinggi dengan pasien yang terus bertambah berkali lipat dari
sebelumnya, karena pelonjakan pasien covid-19 yang setiap harinya bertambah
banyak ini mengakibatkan hampir seluruh rumah sakit penuh hingga ada yang sudah
tidak mampu untuk menampung pasien covid-19 meskipun tidak banyak rumah sakit
juga menambahkan tempat untuk pasien covid hingga adanya dibuatkanya seperti
tenda.
Dengan
masalah rumah sakit yang penuh ini mengakibatkan tidak banyak pasien telat
untuk diberi pertolongan dikarenakan juga terbatasnya petugas kesehatan yang
tidak sebanding dengan pasien covid-19.
Akibatnya,
pasien yang mengalami gejala ringan untuk disarankan isolasi mandiri. Dan termasuk
dengan pasien Ina dan Rosid yang disarankan untuk isolasi mandiri karena mereka
hanya mengalami ringan dan pasien ina melakukan isolasi mandiri ini dilakukan
dirumahnya sedangkan pasien Rosid melakukan isolasi mandirinya disalah satu
rumah keluarga yang tidak dihuni.
Sumber:
Kepala Desa Macanan
Riwayat
pasien terpapar Covid-19 dari salah Rosid yang saat itu ia dari Jakarta pulang
kerumah dengan alasan akan adanya sebuah
acara dirumah. Awal mula Rosid satu hari setelah sampai dirumah dia mengalami
gejala badan tidak enak, tenggorokan terasa sedikit sakit, dan mengalami flu
serta batuk kecil. Karena memikirkan habis melakukan riwayat perjalanan
tersebut pihak keluarga melapor kepada perangkat setempat kemudian perangkat mengajak
untuk tes antigen di puskesmas Jogorogo. Dan benar tes membuktikan bahwa yang
bersangkutan positif covid-19 dengan sigap gugus tugas Covid-19 desa Macanan
mengadakan tes swab antigen kepada semua yang sudah berinteraksi salah satunya
Ina adik korban. Ina yang tidak mengalami gejala saat itu juga dinyatakan
positif covid-19. Dengan begitu kemudian mereka melakukan tes swab PCR untuk lebih
melihat keakuratannya, karena hasil swab PCR yang tidak saat itu pihak
puskesmas menyuruh mereka untuk isolasi mandiri dulu dikarenakan gejala yang
ringan tersebut sembari menunggu hasilnya.
Kemudian
dari pihak desa membantu mereka dengan memberikan sembako yang berisikan
kebutuhan makanan, vitamin dan juga masker untuk mereka isolasi mandiri yang
mengharuskan mereka tidak bisa keluar dari rumah dalam waktu yang ditentukan. Pemberian
sembako merupakan salah satu upaya dukungan untuk mereka.
“
Selain sembako dari kami ini juga ada beberapa bantuan dari tetangga mereka dengan
lebih banyak dalam bentuk makanan, karena selain dari obat-obat yang telah
diberikan dari pihak rumah sakit dukungan dari orang sekitarnya serta dari diri
mereka sendiri untuk semangat sembuh itu lebih penting, dengan salah satunya
upaya-upaya ini kami dari desa khususnya gugus tugas Covid-19 desa Macanan
selalu memantau setiap harinya dan siap apabila keadaan mereka semakin memburuk”
Ujar Kepala Desa Macanan (Sujarwo)
Gejala-gejala
Covid-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelahpenderita
terpapar virus. Untuk lebih baiknya melakukan pencegahanya dengan, cuci tangan
sesering mungkin, hindari menyentuh wajah, jangan berpelukan atau berjabatan
tangan dengan orang lain, jangan meminjamkan barang kepada orang lain, jaga jarak
dua meter dari orang lain, selalu pakai masker, hindari kerumunnan atau
keramaian, desinfektan barang-barang, dan ikutin vaksin Covid-19
|
|



