Perjalanan
Pembelajaran Daring Hingga Tatap Muka Kembali SD Muhammadiyah 1 Padas.
SD
Muhammadiyah 1 Padas merupakan sebuah sekolah rintisan yang bertempat di
Kedungprahu, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Dalam masa pandemi yang terjadi
sejak awal tahun 2020 dalam terkhusus SD Muhammadiyah 1 Padas terkena dampak yakni
dalam pembelajaran yang dulu pembelajaran dilakukan dengan tatap muka kini
berganti menjadi pembelajaran Daring. Adanya pembelajaran Daring ini merubah
mereka yang biasanya ke sekolah kini mereka harus belajar di rumah, yang
awalnya mereka didampingi oleh guru kini mereka didampingi orang tua mereka,
yang awalnya mereka belajar dengan teman-teman kini belajar seorang diri, dan
yang memaksa mereka harus mengenal dunia teknologi secara lebih luas lagi.
Menurut
penuturan wali kelas 1 yakni Bu Rini mengatakan bahwa dalam jenjang SD
pembelajaran Daring membutuhkan perhatian yang lebih dari guru dan orang tua. Terkhusus
untuk SD Muhammadiyah 1 Padas guru-guru dituntut untuk harus berinovasi mereka
memulai dengan mencarikan LMS yang tepat untuk siswa dan terpilih Google Classroom menjadi media selama pembelajaran
online. Karena ini masih sangat awam untuk mereka menjadi sebuah kendala bagi
guru-guru.Sehingga mengharuskan mereka mengsosialisasikan dahulu terhadap orang
tua sebagai orang yang dalam pembelajaran ini menjadi pendamping langsung. Dengan
berjalannya waktu dan terbiasa menggunakan semua usaha sekolah dalam
pembelajaran Daring tersebut mampu berjalan lancer, hingga terjadi kabar baik
bahwa untuk Kabupaten Ngawi sudah mulai diperbolehkan pembelajaran tatap muka
dengan beberapa persyaratan.
Tiba
waktunya pertemuan tatap muka dimulai dengan persyaratan protocol kesetahan dan
dengan ketentuan kapasitas kelas harus dihuni 50% jumlah siswa. Dengan adanya
perubahan ini juga sangat membuat sulit kembali untuk guru dan siswa karena
sebagian dari mereka juga sudah merasakan nyaman dengan pembelajaran daring. Akan
tetapi, sehingga disini peran guru sangat dibutuhkan untuk inovasi pembelajaran
yang mampu membuat mereka bisa kembali dengan pembelajaran tatap muka akan
tetapi tetap menggunakan metode pembelajaran daring juga karena tidak bisa
dipungkiri saat ini teknologi amat sangat dibutuhkan.
Dalam
kegiatan pemebelajaran tatap muka dilakukan dengan kegiatan dimulai dengan ketika
siswa memasuki sekolah diukur suhunya, siswa diarahkan dan dibantu untuk cuci
tangan, siswa juga diarahkan memasuki ruang kelas dengan satu persatu, siswa dan
guru tidak diadakan bersalaman, setiap bangku ditempati satu siswa, setiap
siswa harus berjarak, dilarang keras berkerumunan, siswa membawa bekal makanan
sendiri, dan siswa diminta selalu menjaga kebersihan.
Terlihat
wajah yang berseri siswa dan guru meskipun tertutup oleh masker dimana mereka
yang sudah sangat merindukan pembelajaran tatap muka ini, meskipun ada jarak di antara mereka tetapi
mereka tetapi dengan perasaan gembira melakukan pembelajaran apalabi mereka
kembali bertemu dengan teman-teman. Didalam kelas kini sudah mulai terdengar
suara gemuruh siswa yang semangat bertanya dan menjawab materi dari guru, suara
guru yang menjelaskan dengan melihat keadaan secara langsung. “ Kebahagiaan semakin
sempurna ketika melihat tawa siswa meskipun ada batas dengan menggunakan masker”
ungkapan Bu Rini sebagai wali kelas 1.
Dari
awal pembelajaran dimulai hingga menanti istirahat dimana mereka akan memakan
bekal yang dibawa, ketika tiba saatnya mereka membuka buka bekal mereka yang
berbagai lauk pauk dengan aroma yang lezat. ada siswa pun yang mengatakan “
Lauk yang aku bawa rasanya asin” seketika terdengar suara tertawa.
“Dalam
pembelajaran tatap muka ini terdapat kelebihannya yakni kami bisa memantau
siswa secara langsung dalam belajar, materi yang kami sampaikan lebih mudah
dipahami oleh mereka, mereka juga terlihat lebih semangat dalam belajar karena
adanya teman-teman. Sedangkan, kekurangan dalam pembelajaran tatap muka ini karena
kapasitas siswa yang masuk hanya diperbolehkan 50% dan siswa disekolah hanya 2
jam pembelajaran ini menjadi kendala bagi kita, selain itu juga masih sangat
butuh pengertian tentang peraturan yang harus ditaati tentang protocol kesehatan
ini untuk siswa SD Muhammadiyah 1 Padas”. Ungkap Bu Rini wali kelas 1.