Kamis, 25 Maret 2021

Film Jurnalistik "Spotlight" Rilis Tahun 2015

 


sumber: https://bit.ly/2PnEY1I 

Judul Film                  :  SPOTLIGHT 

Sutradara                   :  Tom McCarthy

Genre                          :  Biography, Crime, Drama

Negara                        :  United States 

Tanggal Rilis              :  3 September 2015

Durasi                         : 129 menit/ 2 jam 9 menit 

Pemain                       :  - Mark Ruffalo sebagai Mike Rezendes

 - Michael Keaton sebagai Walter ‘Robby’ Robinson

 - Rachel McAdams sebagai Sacha Pfeiffer

 - Live Schreiber sebagai Marty Baron

 - John Slattery sebagai Ben Brdlee Jr.

 - Brian d’Arcy James sebagai Matt Corroll

 - Stanley Tucci  sebagai Mitchell Garabedian

 - Elena Wohl sebagai Barbara

Sinopsis                     

film ini bercerita tentang kisah nyata Boston Globe yang mencoba mengungkap skandal besar yang menghebohkan negara saat itu. Skandal ini melibatkan kelompok paling terpercaya di dunia. Tim Wartawan koran Spotlight melakukan penyelidikan atas tuduhan pelecehan anak kecil oleh pastur di gereja Katolik. Kasus ini terlihat diabaikan banyak orang dan hanya menjadi pembicaraan saja.

Mereka melakukan penyelidikan hampir setahun dan telah mendapatkan bukti hingga Boston Globe mendapatkan penghargaan Pulitzer berkat liputan tersebut. Mereka juga berhasil mengungkap hal yang selama ini telah ditutupi oleh beberapa pihak karena merupakan kejadian yang sensitif berkaitan dengan hukum, pemerintahan serta agama dengan ditemukan 87 pastur namun pengacara hanay menemukan 45 nama. Dengan diakhir cerita dijelaska, latar waktu yang diambil pada tahun 2020, ratusan kisah tim Spotlight mempublikasikan hal ini. Kidal ini diungkap keberbagai penjuru negara yakni: Filifina, Australia, Eropa, dan Benua Amerika. 

Ulasan        

Pengetahuan            : Peran tim invertigasi Spotlight sebagai jurnalis memiliki pengetahuan yang sangat luas dan sergap dalam mencari berita meskipun berita yang sudah cukup lama yang hanya menjadi perbincangan belaka tanpa ada tindakan kelanjutan dan ketelitian hingga berita cukup lama terselesaikan. Film ini mengajarkan beberapa cara melakukan liputan investigasi, dari film ini mengajarkan bagaimana sopan santun seorang wartawan ketika korban dimintai kesaksisan, seperti bolehkah menyebutkan nama, bolehkan dimintai cerita yang jelas.

 

Profesional               : Jurnalis yang terdapat dalam film yakni tim yang bernama Spolight mencari data-data dengan akurat, ketika adanya tantangan ketika mereka akan meliput suatu berita dengan sudah terkumpul semua data akan tetapi berganti begitu cepat akan tetapi mereka tetap melakukan penyelidikan dengan tetap. Ini terjdi ketika mereka meliput kasus manipulasi kepolisian, tiba-tiba topik harus berganti menjadi kasus Geoghan (pastur yang melecehkan anak-anak. Mereka juga menjalannya liputan dengan sangat baik hingga mereka berjalan sari satu rumah kerumah lainya. Contohnya usaha Sacha dan Matt, bagaimana mereka diusir hingaa sulit dihubung. Cerita ini juga menampilkan jurnalis berpihak kepada si korban saja, contohnya korban menjelaskan bagaimana korban itu dilecehkan, tetapi tidak diceritakan bagaimana sisi cerita dari pastur mencoba melecehkan atau bagaimana ajaran mereka. Mulai dari pencarian narasumber, pengumpulan dokumen, menganalisi hasil, wawancara kepada narasumber, ditambah dengan waktu pengerjaan yang sampai berbulan-bulan dan dampaknya pada masyarakat sangat besar sehingga laporan Spotlight layak untuk disebut sebagai laporan investigasi.

 

 

Keterampilan/ Skill    : Jurnalistik mencari data-data dengan mengajukan beberapa pengajuan ke hakim, seperti yang dilakukan Mike. Mereka juga mencari dengan menemui para korban pastur dengan menyakan secara detail tanpa menekan korban dengan pertanyaan yang membuat korban tertekan. Dalam tim Spotlight melakukan tugas investigasi ini sangat baik dengan ketua dari tim spotlight yang selalu memberikan arahan kepada tim untuk tidak berpengaruh dengan orang lain hingga merahasiakan data mereka dari koran lain seprti The Herald dan The Times  

 

Kode Etik Jurnalistik  : Kode etik jurnalistik adalah himpunan etika profesi kewartawanan. Wartawan selain dibatasi oleh ketentuan hokum, seperti Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, juga harus berpegang kepada kode etik jurnalistik. Dalam tim Spotlight melakukan penyelidikan tentang pastur yang melakukan pelecehan seksual kepada aak anak-anak disini sebagai wartawan yang bertangung jawab dalam menjalankan profesinya, yaitu mencari dan menyajikan informasi dengan akurat dengan mencari data dan mewawancarai korban-korban pastur dengan bersikap skeptis, kemanusiaan, dan perjuangan tim Spotlight, film ini bisa dijadikan referensi untuk jurnalistik. Dalam film ini dijelaskannya dunia jurnalistik dalam sistem, cara kerja, dan data yang diperlihatkan, tetapi masihada kekurangan seperti pelanggran kode etik dalam film tersebut.


Film Sportlight https://bit.ly/3snaADj  



Minggu, 07 Maret 2021

Herawati Diah: Wartawan Perempuan Senior dan Pejuang Pers Nasional.

Herawati Diah 

Herawati Diah dengan nama lengkapnya yakni Siti Latifah Herawati Diah seorang wartawan Indonesi yang lahir di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, 3 April 1917. Herawati merupakan putri dari pasangan Raden Latip, seorang dokter yang bekerja di Billiton Maatschappij, dan Siti Alimah. 

Herawati melanjutkan pendidikan selepas dari Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta, ia bersekolah ke Jepang di American High School di Tokyo. kemudian, ia berangkat ke Amerika Serikat atas dorongan ibunya Siti Alimah untuk melanjutkan pendidikannya di Barnard College yang berafiliasi dengan Universitas Columbia, New York dan ia belajar sosiologi lulus pada tahun 1941. Kemudian Herawati juga belajar di Fakultas Hukum UI pada tahun 1955-1957. Dan pada tahun 1962-1963 Herawati belajar di School of Oriental & African Studies, London. Herawati Diah merupakan istri dari tokoh pers yang juga mantan Menteri Penerangan, B.M. Diah.

Herawati pertama kali bekerja sebagai wartawan lepas di United Press International. setelah ia menikah dengan B.M. Diah ia dan suaminya mendirikan koran berbahasa Inggris, Indonesia Observer. Dalam koferensi Asia Afrika di Bandung, pada tahun 1855 koran tersebut untuk pertama kali diterbitkan dan di bagikan  tetapi The Indonesia Observer ini hanya bertahan hingga 2001 dan berganti menjadi koran Merdeka pada akhir tahun 1999. 

Herawati selain menjadi wartawan perempuan senior dan menjadi pejuang pers. Herawati i sangat aktif dala organisasi lainnya yakni Yayasan Bina Carita Indonesia, Women's Internasional Clob, gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan, Hasta Dasa Guna, dan Lungkar Budaya Indonesia. 

Sebelum Herawati menghempuskan nafas pada Jumat, 30 September 2016 di usianya yang 99 tahun. Herawati ini sangat menyukai bermain brigde hingga ia tutup usia Herawati masih sangat aktif dengan turnamen bridge, karena menurut Herawati dengan bermain Bridge yang merupakan hobinya ini maka kemampuan otaknya terasah terus dan mencegah kepikunan dalam usia lanjutnya. Dengan kemampuannya itupun Herawati patut disebut sebagai wartawan perempuan senior dan salah satu pejuang pers nasional. 


Sumber : 
https://historia.id/politik/articles/herawati-diah-jurnalis-bisa-pengaruhi-pembaca-vXlQ4/page/1 
https://tirto.id/m/herawati-diah-xT
https://en.wikipedia.org/wiki/Herawati_Diah 
http://yhoo.it/3bleEOj 

TUGAS ESSAI

Perebutan Hak Asuh dan Hak Waris Gala Sky Ardriansyah            Gala Sky Ardriansyah ialah putra dari artis Vanessa Angel dan Febri Ardrian...